Sabtu, 17 April 2009, jam 12.00 malam, ibuku, Fitri Nurhaitin, merasa perutnya sakit bukan main. Lalu bilang ke ayahku bahwa hari Kamis, sewaktu sholat 'ashar, beliau terjatuh. Mungkin waktu itu, posisiku bergeser dari lokasi seharusnya. Akibatnya ibuku merasakan sakit yang amat sangat. Ayaku Sutrisno, berjanji akan memanggilkan dukun bayi.
Ibuku menungguku sampai pukul 06.00 merasakan sakit yang bukan main, karena posisi-ku bergeser dari semestinya. Akhirnya ayahku, pergi ke rumah dukun bayi, bersama Dede Kupis (Nurhafidz Rangga Syahputra).
Jam 07.00, akhirnya Nini Dukun datang. Nini Dukun Parni, berkata pada ayahku bahwa kontraksi pada perut ibuku ternyata 5 menit sekali. Kontraksi (kencang-kencang), dan akhirnya ayahku memanggil ibu bidan, Tati Farida.
Ibu Tati Farida datang dengan berjalan kaki didampingi ayahku naik sepeda. Ibu Tati Farida segera memeriksa ibuku, dan beliau mengatakan bahwa rahim ibuku sudah membuka 2, artinya sudah membuka 2 cm. Akhirnya Ibu Tati menyarankan agar ibuku pergi ke Rumah Sakit. Akhirnya ibuku di bawa ke rumah sakit dengan naik mobil Angkot merah, dengan sopir pak Gimin (Sokawera). Ibuku diantar ayahku, uwa Eni, Ibu Tati dan mbah Dukun.
Di UGD (Unit Gawat Darurat) Rumah Sakit Daerah Banyumas, ayahku mendaftar di tempat pendaftaran, sementara ibu langsung dibawa ke ruang VK, aku tidak tahu singkatannya apa, tapi yang jelas khusus untuk tempat melahirkan.
Dokter yang merawat ibuku adalah dr. Imanudin, beliau tidak memperbolehkan aku lahir, karena usiaku baru 32 minggu